Kamis, 17 September 2009

Tanda Kanker atau tumor Otak berkaitan dengan Sakit Kepala?

Kanker atau tumor otak sebetulnya penyakit apa? Apa tanda dan gejala-gejalanya sehingga banyak yang terlewatkan? Tahu-tahu tumornya udah besar. Apakah sakit kepala termasuk tanda-tanda tumor atau kanker otak?

Dok, setelah mengetahui kematian seorang artis yang katanya menderita tumor otak,saya menjadi khawatir karena sering mengalami sakit di kepala saya, hampir setiap bulan,apa itu karena saya sering tidur larut malam? Atau kanker otak??? terima kasih, penjelasannya.

Terima kasih atas pertanyaan Bapak atau Ibu.

Kematian memang bisa memberikan hikmah tersendiri dan pelajaran yang baik.Termasuk Bapak sampai bertanya untuk memperoleh perjelasan keluhan yang berkaitan dengan sakit kepala.

Memang dari sekian macam gangguan kesehatan, sakit kepala merupakan salah satu yang paling sering dikeluhankan. Hampir semua orang pernah merasakannya.Ini juga bisa kita dilihat dari banyaknya obat bebas yang terjual di took-toko adalah obat sakit kepala .

Begitu mudahnya kita mendapatkan obat sakit kepala sehingga terkesan disepelekan rasa sakit tersebut. Pada saat sakit kepala membeli obat ,lalu gejala hilang.Padahal, dari sisi lain perlu penanganan lebih teliti supaya sakit kepala tidak mudah datang dan diketahui benar penyebabnya.

Sakit Kepala respons dari Nyeri Saraf ?

Yang kita rasakan ketika sakit kepala tak lain adalah rasa nyeri yang diterima saraf otak. Rasa nyeri itu sendiri yaitu perasaan tidak nyaman yang bersifat individual terhadap respon ketidakberesan dalam kepala kita. Kalau sakit kepalanya ringan dan cepat hilang, ketidakberesan itu mungkin ringan-ringan saja. Sebaliknya, kalau sakit kepala itu muncul berulang kali disertai rasa mual dan muntah yang spontan, kita mesti waspada.Tidak tertutup kemungkinan, gejala tersebut mengindikasikan adanya kelainan di rongga tengkorak

Apa Penyebab Sakit kepala ?

Penyebab sakit kepala ini bisa disebabkan oleh keadaan dalam otak dan isinya ( bahasa medis, faktor intracranial) , ataupun keadaan di luar otak (faktor extrakranial) seperti gangguan pada mata, THT, gigi, tulang leher ataupun tumor di luar otak. Faktor lain bisa bersifat psikis seperti kurang tidur, cemas, dan banyak pikiran.

Seperti pertanyaan Bapak, yang perlu diwaspadai dari sakit kepala ini adalah apabila sakit kepala yang bersifat mendadak yang tak tertahankan, disertai mual muntah,adanya penurunan dari kesadaran, bicara mulai kacau, dan adanya gangguan pada anggota gerak maka kita harus mewaspadainya ke arah tumor otak. Apalagi keluhan tersebut berlangsung berbulan-bulan.

Sakit Kepala Berhubungan dengan Kanker atau Tumor Otak ?

Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak.Sifat nyeri pada tumor ini bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut.Umumnya tambah berat pada malam hari serta pada saat bangun pagi.Serta ada tanda peningkatan tekanan dalam otak seperti muntah yang spontan dan penurunan kesadaran

Terkadang tumor otak sulit terdiagnosa secara dini atau awal karena tergantung dari lokasi tumor, kecepatan pertumbuhan masa tumor ,kecepatan gejala tekanan tinggi dalam kepala, dan efek dari masa tumor itu sendiri.

Apa Gejala - Gejala Tumor Otak?

Gejala spesifik tumor otak yang berkaitan dengan lokasi tumor juga memberikan tanda tertentu. Seperti tumor di bagian depan otak akan menimbulkan perubahan kepribadian, tumor di bagian belakang otak bisa menimbulkan kejang dan gangguan pada mata

Begitu luasnya gejala yang muncul maka memerlukan pemeriksaan dokter untuk menilai gejala dan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memperkuat diagnosa dan letak tumor.

Salah satu pemeriksaan penunjang yang penting adalah CT scan otak.Gambaran CT scan pada tumor otak, umumnya berupa bagian (lesi) abnormal yaitu gambaran masa yang mendesak bagian-bagian otak disekitarnya.

Lebih bijak kalau Bapak berkonsultasi dengan dokter spesiali Saraf untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Demikian penjelasan ini semoga bermanfaat dan tetap menjaga kesehatan Anda.

- 24 Agustus 2008


Sumber :

http://fajarqimi.com/konsultasi-kesehatan/tandakanker-atau-tumor-otak-berkaitan-dengan-sakit-kepala/

17 September 2009

Hedgehog Atasi Kanker Stadium Lanjut

PENELITIAN menemukan, pengidap kanker kulit dan kanker otak yang sudah tidak bisa ditangani lagi dengan metode pengobatan yang tersedia, mengalami perbaikan setelah ditangani dengan obat baru yang dikenal dengan nama hedgehog inhibitor. Menurut peneliti, hedgehog merupakan molekul yang memberikan sinyal dan memicu proses pertumbuhan pada masa pembentukan embrio dan masa anak-anak. Selanjutnya tubuh akan menonaktifkan secara alami hedgehog setelah dewasa. Jika tidak dinonaktifkan, makahedgehog akan memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Beberapa jenis kanker, lanjut peneliti lagi, sangat bergantung pada
hedgehog. Salah satunya adalah sel basal karsinoma, jenis kanker kulit yang paling umum dijumpai. Meskipun jenis kanker ini bisa ditangani dengan operasi di stadium awal, tetapi kanker yang sudah mengalami metastasi belum mempunyai pengobatan standar dan biasanya berakibat fatal dalam waktu singkat.

Bisakah
hedgehog inhibitor (dengan nama GDC-0449 yang dikembangkan oleh Genentech) melawan kanker? Dalam studi yang dpublikasikan di The New England Journal of Medicine, Daniel D. Von Hoff, MD, dari Scottsdale Healthcare dan teman-temannya memberikan obat ini kepada 33 pasien pengidap kanker kulit yang sudah tidak mungkin lagi menjalani operasi.

"Respon rata-rata sebesar 55%, dengan respon yang begitu kuat sebesar 50% pada 18 pasien dengan penyakit yang sudah mengalami metastasi," tutur salah satu peneliti dari University of Michigan Andrzej A. Dlugosz, MD, seperti dikutip situs
webmd. Menurut Dlugosz, hanya 4 pasien yang terus mengalami perkembangan kanker selama 10 bulan masa studi. Selain itu, efek samping yang dihasilkan juga sangat sedikit.

Studi lain yang dipublikasikan di jurnal yang sama juga menemukan hal yang senada. Dalam studi ini, peneliti dari
John Hopkins, Charles M. Rudin, MD, PhD, dan teman-temannya melakukan pengujian GDC-0449 pada pengidap kanker otak, medulloblastoma.

Medulloblastoma, terang Rudin, merupakan jenis kanker pada bagian cerebellum. Kanker ini biasanya menyerang anak yang berusia 5 tahun, tetapi bisa juga menyerang dewasa muda. Dalam studi mereka, Rudin mengikuti perkembangan pasien laki-laki berusia 26 tahun yang telah berjuang melawan penyakit ini selama 4 tahun. Menurut Rudin, sebagian besar pasien biasanya meninggal akibat kanker ini dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Pasien ini telah bertahan setelah menjalani operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Akan tetapi, hasil scan saat akan diobati dengn GDC-0449 menunjukkan bahwa sel-sel kankernya sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Setelah 2 bulan pengobatan hasil
scan menunjukkan adanya pengurangan jumlah tumor yang sangat signifikan. Selain itu, pasien juga melaporkan mengalami pengurangan rasa sakit. Dia bahkan mengalami penambahan berat badan. Sayangnya, terang Rudin, kanker menjadi resisten dengan GDC-0449 dalam waktu 3 bulan. Kanker kembali menyebar ke seluruh tubuh dan pasien tersebut meninggal dua bulan kemudian.

Hasil kedua studi ini, menurut Dlugosz, menunjukkan pengobatan kanker yang menjanjikan. GDC-0449, terang dia, kemungkinan akan dikombinasikan dengan operasi dan penanganan lainnya. (OL-08)

Kanker Payudara

Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol. Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebuttumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.

Lewat aliran darah maupun sistem getah bening, sering sel-sel tumor dan racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian lain tubuh. Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang di tempat baru, yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau kanker baru. Proses ini disebut metastasis.

Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian.

Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Kedanasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal isekitarnya, terutama sel-sel yang lemah. Sel kanker ajan tumbuh pesat sekali, sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya.

Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya, kanker juga memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah. Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah. Karenanya kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil metastasisnya. Pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan

Di Indonesia jumlah penderita kanker payudara menduduki tingkat kedua setelah kanker mulut rahim.

Mengapa seseorang terkena kanker, jawabnya TIDAK TAHU
Tetapi secara medis bisa dikatakan bahwa seseorang berpeluang terkena kanker karena karsinogen, daya tahan tubuh dan aspek psikis.

Sel kanker itu terus menerus berkembang dan tidak bisa mati.

Sel kanker itu tidak bisa kembali normal (irreversible).

Cara pengobatannya : dengan pembedahan, penyinaran, dan terapi kimia.

Peluang sembuh dari sakit kanker relatif amatlah kecil.

Gejala-gejala yang Menandakan Adanya Serangan Kanker
yang umum dapat dilihat dan dirasakan:
1. Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan
2. Bentuk, ukuran atau berat salah satu payudara berubah
3. Timbul benjolan kecil dibawah ketiak
4. Keluar darah, nanah, atau cairan encer dari puting susu
5. Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk
6. Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam

Kanker sebagai Sel yang Abnormal
Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak beraturan. Sel-sel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahan-perubahan bentuk, ukuran maupun fungsinya, sebagaimana sel-sel tubuh kita yang asli.
Mutasi gen ini dipicu oleh keberadaan suatu bahan asing yang masuk ke dalam tubuh kita, diantaranya pengawet makanan, vetsin, radioaktif, oksidan, atau karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh sendiri secara alamiah. Tetapi yang terakhir ini sangat jarang terjadi karena secara alamiah tubuh kita mampu menetralkan zat karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh.
Bersama aliran darah dan aliran getah bening, sel-sel kanker dan racun-racun yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang, paru-paru, dan liver tanpa disadari oleh penderita. Karenanya tidak mengherankan jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau benjolan kelenjar getah bening lainnya. Bahkan muncul pula kanker pada liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya. Penderita sering batuk yang tak kunjung sembuh atau sesak napas yang berkepanjangan.

Ketika kita dinyatakan oleh dokter positif terkena kanker, reaksi yang pertama kali muncul adalah rasa takut yang luar biasa dan putus asa, apalagi jika kanker tersebut sudah masuk dalam stadium lanjut. Sebaiknya rasa takut yang berlebihan ini harus dihindari, karena rasa takut ini dapat melemahkan kita secara psikis yang akhirnya dapat menurunkan kekebalan tubuh atau daya immunitas yang secara alamiah ada dalam tubuh. Sikap pasrah dan mulai memahami kanker berikut cara pengobatan yang ingin dilakukan, akan sangat membantu dalam penanganan penyakit kanker ini.

Pencegahan
Kanker payudara dapat dicegah dengan cara:
1. Hindari penggunaan BH yang terlalu ketat dalam waktu lama
2. HIndari banyak merokok dan mengkonsumsi alkohol
3. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri, setiap bulan
4. Hindari terlalu banyak terkena sinar-x atau jenis-jenis radiasi lainnya
5. Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Sebaiknya sering mengkonsumsi kedelai serta produk olahannya, seperti tahu, tempe, dan susu kacang kedelai, sebab kedelai mengandung phyto estrogen, yaitu genistein, yang bermanfaat untuk mengurangi resiko terjadinya kanker payudara
6. Lakukan olahraga secara teratur
7. Hindari terlampau banyak makan makanan berlemak tinggi
8. Atasi stress dengan baik, misalnya lewat relaksasi dan meditasi
9. Makanlah lalap kunir puti (temu mangga) lebih kurang dua ruas jari setiap hari

Rasa Nyeri luar biasa pada penyakit kanker yang berkepanjangan merupakan salah satu penderitaan yang harus ditanggung oleh penderita penyakit kanker. Penanganan rasa nyeri ini, dalam dunia kedokteran modern ternyata merupakan salah satu masalah yang paling sulit diatasi. Dari pengamatan, kesulitan penanganan masalah rasa nyeri tersebut disebabkan oleh adanya faktor subyektif dan psikologis. Disamping itu sebagian obat yang digunakan untuk menanggulangi nyeri dapat menyebabkan ketergantungan terhadap obat itu dan memicu penyakit aterogenik.

Yang paling beresiko terserang penyakit kanker payudara, yaitu:
1. Jika dalam keluarga ada penderita kanker payudara
2. Mendapat haid pertama pada usia sangat muda, atau terlambat mengalami manepause
3. Tidak pernah menyusi anak
4. Kegemukan
5. Tidak pernah melahirkan anak
6. Pernah mendapat terapi hormon
7. Pernah mendapat radiasi pada payudara

Hasil studi, menemukan adanya sedikit penurunan resiko serangan kanker payudara pada wanita pre-menopause yang paling lama menyusui anaknya.

Bahan-bahan yang Diduga Pemicu Kanker.
Pemicu kanker pada dasarnya BELUM DIKETAHUI secara pasti, namun terdapat bahan-bahan yang diduga sebagai pemicu kanker. Bahan-bahan yang dimaksud disebut
karsinogenik.
Bahan-bahan yang masuk dalam kelompok karsinogen yaitu:
1. Senayawa kimia, seperti aflatoxin B1, ethionine, saccarin, asbestos, nikel, chrom, arsen, arang, tarr, asap rokok, dan oral kontrasepsi.
2. Faktor fisik, seperti radiasi matahari, sinar -x, nuklir, dan radionukleide.
3. Virus, seperti RNA virus (fam. retrovirus), DNA virus (papiloma virus, adeno virus, herpes virus), EB virus
4. Iritasi kronis dan inflamasi kronis dapat berkembang menjadi kanker
5. Kelemahan genetik sel-sel pada tubuh, sehingga memudahkan munculnya kanker.

Stadium Kanker Payudara
Pada kanker payudara ada stadium dini (0, 1 dan 2) serta stadium lanjut (3 dan 4).
Stadium 0 berarti sel kanker ada pada lapisan kelenjar susu atau saluransusu tetapi belum menyebar ke jaringan lemak sekitarnya. Pada stadium 1 dan 2, kanker telah menyebar dari kelenjar susu atau saluran susu ke jaringan terdekat disekitarnya. Pada stadium 2 kadang-kadang kanker telah mulai mengganggu kelenjar getah bening. Stadium 3 boleh dibilang kanker payudara dalam stadium lanjut lokal, dimana garis tengah tumor telah lebih dari dua inci dan seringkali telah menyebar ke kelenjar getah bening dekat payudara. Pada stadium 4 kanker telah bermetastasis, artinya kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, ke bagian lain tubuh seperti tulang, hati, paru dan otak.

Kanker pada payudara itu bisa membengkak dan pecah, kalau sudah begini bau busuk dan anyir akan keluar dari buah dada. Keluhan lain adalah sesak nafas karena kanker menekan paru-paru.

Larangan atau Pantangan Penderita Kanker Payudara.
Jika kita sudah terserang kanker payudara, kita harus menghindari atau mengurangi asupan konsumsi beberapa jenis makanan. Karena ada kalanya makanan atau minuman tertentu akan memacu pertumbuhan sel abnormal, termasuk kanker payudara. Ada diantaranya yang mengandung zat tumbuh yang jika diasup akan merangsang pembesaran kanker. Ada pula yang mengandung karsinogenik akibat proses pengawetan. Dan ada pula yang jika dikonsumsi akan mengurangi efek kerja obat dalam tubuh.
Beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk menghindari atau dikurangi konsumsinya:
1. Tauge
2. Vetsin
3. Tape
4. Es
5. Cabai
6. Kurangi garam
7. Lengkeng
8. Alkohol
9. Nenas
10. Sawi putih
11. Daging merah
12. Rokok
13. Nangka
14. Durian
15. Soft drink
16. Kangkung
17. Ikan asin

Anjuran dalam Masa Pengobatan Kanker Payudara.
Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Konsumsinya boleh hanya satu jenis bahan saja atau campuran dari beberapa bahan. Jika kita sedang terserang kanker payudara, dianjurkan untuk meminum jus bahan-bahan makanan berikut, lakukan dua kali satu gelas setiap hari.
1. Wortel
2. Lobak
3. Pisang raja
4. Belimbing manis
5. Seledri
6. Brokoli
7. Kubis
8. Apel
9. Bawang putih
Minum juga susu kedelai setengah gelas, lakukan dua kali sehari, atau konsumsi selalu 100 gram tempe setiap hari.

Aneka Sayuran Hijau Pencegah Kanker:
1. Buncis
2. Daun singkong
3. Kacang panjang
4. Daun pepaya

Menurut Dr. Vivi K. Tjahjadi, dari Karyasari, obot untuk kanker payudara adalah rebusan sambiloto, kunir putih, rumput mutiara dan keladi tikus, diminum pagi siang dan sore. Ramuan ini jika diminum 12 hari, lambat laun rasa nyeri akan berangsur hilang dan benjolan juga hilang. Payudara akan kembali seperti semula tanpa rasa sakit. Dengan minum ramuan ini kanker payudara berpeluang benar-benar sembuh.

Sumber :

http://bima.ipb.ac.id/~anita/kanker_payudara.htm

17 September 2009

30 Menit untuk Cegah Kanker Payudara

Sebanyak 4 dari 10 perempuan yang terkena kanker payudara, sebenarnya bisa mencegah dengan mengusung gaya hidup sehat. Demikian hasil pengamatan para peneliti secara garis besar dengan melihat keterkaitan antara kanker dengan gaya hidup seperti yang dikutip dari The Telegraph, baru-baru ini.

Gaya hidup sehat itu yaitu mengonsumi sedikit alkohol, olahraga lebih giat, menjaga berat badan dan merawat payudara secara radikal berpotensi untuk mengurangi jumlah kasus penderita kanker payudara. Pengamatan yang melibatkan 900 ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dan beberapa institusi besar seperti World Cancer Researh Fund (WCRF) dan Imperial College London menemukan fakta dimana perubahan kecil bisa menyelamatkan ratusan perempuan dari kanker payudara.

Di Inggris sendiri, 45 ribu perempuan mengalami peningkatan kasus setiap tahun untuk kanker payudara. Satu dari tiga perempuan inggris meninggal saat mengobati penyakit.

Profesor Martin Wiseman, Penasihat WCRF mengatakan penelitian yang dilakukan pihaknya mewakili gambaran umum yang pernah diketahui sebelumnya, bagaimana gaya hidup mempengaruhi resiko perempuan terhadap kanker. "Ini artinya, kita semakin yakin bahwa pembatasan konsumsi alkohol, menjaga berat badan dan aktif secara fisik membuat perbedaan signifikan pada resiko kanker," tukasnya.

Data terakhir yang berhasil dihimpun Martin dan tim penelitil lain diperoleh 40% dari setiap kasus di Inggris bisa dicegah dengan membuat perubahan yang relatif langsung dimana sekitar 45 ribu perempuan didiagnosa menderita kanker setiap tahunnya. Jadi, kata dia, melakukan perubahan gaya hidup akan memberikan perbedaan besar,

Berdasarkan temuannya itu, WCRF menyarankan kepada setiap perempuan untuk menjaga berat badannya melalui aktivitas fisik selama 30 menit setiap harinya. "Jika mereka mengkonsumsi alkohol, perempuan harus membatasi konsumsinya menjadi satu hari sekali," tegasnya

Tak hanya itu, organisasi tersebut juga meminta kepada setiap perempuan untuk memeriksakan kondisi payudara secara berkala minimal 6 bulan sekali. Lalu menambahkan cairan dan makanan yang sehat guna mengurangi resiko berkembanganya penyakit kanker.

Pakar Kanker, Sarah Cant berpendapat meski telah mengetahui hasil penelitian itu sejak lama dimana menjaga berat badan, menjalani aktivitas fisik dan mengurangi konsumi alkohol bisa membantu menguruangi resiko kanker. "Ini berita baik bahwa studi lanjutan terus dilakukan,"tegasnya.

Meski diakui Sarah belum mampu secara menyeluruh meminimalisasi kasus kanker payudara. Sarah menilai posisi penelitian memiliki arti penting guna memberikan perhatian lebih kepada perempuan untuk melangkah ke depan dalam menghadapi kanker payudara.

Pendapat yang sama disampaikan Dr. Alison Ross dari Pusat Penelitian Kanker di Inggris. Dia menyatakan hasil penelitian itu mengkonfimasi ulang bahwa perempuan bisa mengurangi resiko terhadap kanker payudara dengan melakukan tiga tersebut. "Melaksanakan gaya hidup sehat tidak serta merta menjamin setiap perempuan untuk tidak terkena kanker payudara tapi bisa meminimalisir," tukasnya.

Dia menambahkan, jika perempuan secara rutin memeriksa kesehatan payudara mereka dan menjaga perhatian terhadap segala pemicu kanker payudara. Secara otomatis para perempuan bisa memperoleh tanda awal dari penyakit sehingga tindak pengobatan bisa sukses berlangsung.

CEO WCRF, Marilyn Gentry mengatakan kegiatan penelitian yang dilakukan diyakini sangat penting bagi masyarakat guna mendapatkan akses yang berbasis penelitian terkini. "Ketika masyarakat membaca tentang penelitian terbaru sangat dimungkinkan baginya untuk mendapatkan penemuan tersebut dan berpikir ulang untuk tidak mengindahkan setiap hasil peneiltian yang telah dilakukan. Tapi ide dari proyek ini merupakan tugas buat mereka," pungkasnya. cr2/rin

- 7 September 2009


Sumber :
17 September 2009

Tanda-tanda Kanker yang Sering Diabaikan

Dibanding dengan pria, wanita memang lebih peduli akan kesehatannya. Mereka juga berhati-hati dan mau memeriksakan diri bila menemui gejala yang aneh pada tubuhnya. Kepedulian seseorang pada kesehatannya juga berkaitan dengan usia. "Orang muda biasanya lebih cuek karena mengangap hanya orang tua saja yang mungkin terkena penyakit," kata Mary Daly, onkologis Fox Chase Cancer Center, Philadelphia, AS.

Bicara tentang gejala-gejala yang aneh pada tubuh, berikut adalah tanda-tanda kanker yang perlu diwaspadai. Meski tidak spesifik, tetapi gejala berikut biasanya diikuti dengan tanda-tanda lain. Yang perlu diperhatikan adalah, makin dini diketahui, makin besar peluang kanker disembuhkan.

1. Berat badan turun tanpa sebab jelas
Setiap wanita pasti ingin berat badannya turun tanpa perlu capek berusaha. Tetapi, berat badan yang anjlok dalam sebulan tanpa usaha diet atau olahraga, perlu diwaspadai.

"Berat badan yang tiba-tiba turun tanpa penjelasan bisa menjadi tanda kanker atau kondisi kesehatan lain, seperti tiroid yang terlalu aktif. Untuk memastikannya periksakan diri ke dokter," kata Ranit Mishori, asisten profesor bidang kesehatan keluarga dari Sekolah Kedokteran Universitas Georgetown.

2. Bengkak di perut
Munculnya bengkak di perut bisa dicurigai sebagai tanda kanker ovarium. Tanda lain yang menyertai adalah sakit di bagian perut atau sakit di bagian panggul, gangguan berkemih dan mudah merasa kekenyangan meski makan sedikit. Waspadai gejala bengkak, terutama bila menetap lebih dari seminggu.

3. Payudara berubah
Walau tidak rutin melakukan pemeriksaan sendiri, pada umumnya mengenali kondisi payudaranya. Karena itu, jangan anggap enteng bila muncul tanda kemerahan atau benjolan di payudara. Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan pada puting, muncul cairan (pada wanita yang sedang tidak menyusui) apalagi yang disertai rasa gatal.

4. Perdarahan
Perdarahan yang timbul di antara waktu periode menstruasi sebaiknya perlu dicek ke dokter. "Bila sebelumnya tidak pernah muncul vlek darah dan sekarang tiba-tiba ada, maka itu bisa jadi sesuatu yang abnormal," kata Debbie Saslow, Phd, direktur kanker payudara dan ginekologi dari
American Cancer Society.

5. Kulit berubah
Hati-hati dengan tahi lalat atau benjolan di kulit. Jika makin melebar, tidak simetris, warna tidak merata atau berkoreng, ada kemungkinan hal itu merupakan kanker kulit. Penyebab utama kanker kulit adalah sinar ultraviolet dan zat kimia, juga infeksi human papiloma virus.

6. Sulit menelan
Keluhan sulit menelan biasanya terkait dengan gangguan pada tenggorokan. Namun, gejala sulit menelan juga bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti kanker usus besar.

Meski tidak spesifik, tapi kanker saluran cerna pada stadium dini seringkali memiliki gejala nyeri ulu hati, sulit menelan, muntah darah, penurunan berat badan, perdarahan saluran cerna, dan anemia.

7. Perubahan di mulut
Menurut Perkumpulan Kanker Amerika, para perokok perlu mewaspadai munculnya bercak putih di lidah atau plak pada mukosa mulut, karena bisa menjadi tanda kondisi pra kanker yang disebut leukoplakia yang bisa berkembang menjadi kanker mulut.

8. Batuk berdarah
Gejala kanker paru dapat berupa batuk, sesak napas, dan dahak yang berdarah. Gejala yang timbul dari kanker paru biasanya sesuai dengan penyebaran kanker di organ tubuh yang terkena. Misalnya bila menyebar ke otak, ia dapat menimbulkan nyeri kepala, kejang, atau gangguan kesadaran. Sedangkan pada tulang, bisa menyebabkan nyeri dan patah tulang.

9. Demam tak jelas
Jika anak lesu dan pucat, demam yang tidak jelas penyebabnya, mengalami perdarahan di kulit atau gusi, ada benjolan di tubuh atau kepala, nyeri pada anggota gerak, perut bengkak atau keras, sebaiknya orangtua waspada dan segera membawanya ke dokter. Bisa jadi hal itu merupakan gejala leukimia (kanker darah) atau kanker limfoma (kelenjar getah bening).
AN - Sumber : WebMD

- 14 September 2009


Sumber :
17 September 2009

Deteksi Gejala Kanker Sejak Dini

Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Kendati demikian, kesadaran orang terhadap penyakit kanker serta strategi pencegahannya masih sangat rendah. Padahal, mendeteksi penyakit kanker secara dini dapat membantu pengobatan agar lebih efektif.

Bagaimana wanita bisa mengurangi risiko terkena penyakit kanker? Tes Papanikolaou atau pap smear, dan Mammografi atau pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah sangat penting untuk mendeteksi kanker leher rahim atau kanker payudara. Namun tes-tes tersebut tidaklah cukup untuk melindungi diri dari segala jenis penyakit kanker.

Rokok, paparan terhadap radiasi, alkohol, dan infeksi kronis adalah beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker. Sedangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko terkena penyakit tersebut adalah pola makan dan obesitas.

Untuk itu, situs The Times of India menuliskan informasi dari Dr Ashok Vaid, Kepala Onkologi Institut Kesehatan Artemis di Gurgaon, Haryana, India, mengenai beberapa gejala penyakit kanker yang terlihat pada wanita. Jika Anda para wanita merasa sering menjumpai tanda-tanda peringatan sebagai berikut, berarti sudah saatnya Anda mengunjungi dokter.

1. Berat badan turun drastis karena alasan yang tak jelas, hilang selera makan, atau mudah lelah.
2. Luka yang tak kunjung sembuh di mulut.
3. Sulit menelan.
4. Bengkak-bengkak tak normal di leher, bawah lengan, atau di bagian mana pun pada tubuh.
5. Bengkak di payudara, cairan abnormal yang keluar dari puting payudara.
6. Batuk-batuk yang cukup lama bahkan disertai darah.
7. Perut kembung atau pendarahan pada anus.
8. Pendarahan berlebihan yang tak normal saat menstruasi.
9. Cairan abnormal yang keluar lewat vagina atau pendarahan setelah berhubungan seks.
10. Urine atau tinja yang disertai darah.(LUC)

Sumber :
17 September 2009

Obat Herbal untuk Kanker

Terminologi obat herbal cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini bisa jadi dipicu oleh mahalnya harga obat sintetis dan ketakutan masyarakat terhadap bahaya efek sampingnya.

Opini itu tumbuh seiring dengan kecenderungan gaya hidup yang mulai kembali ke produk-produk alami. Di berbagai negara, hal ini dikenal sebagai "gelombang hijau baru" atau dalam bahasa Inggrisnya adalah new green wave. Gerakan ini berupaya menggunakan kembali bahan-bahan yang didapat dari alam.

Selain derita yang ringan, banyak orang menunggu pengembangan obat herbal sebagai alternatif untuk penanganan penyakit mematikan semacam kanker. Apalagi hingga kini belum ditemukan obat spesifik yang bisa menghentikan perkembangan sel kanker pada tubuh pasien. Nah, guna menakar besarnya manfaat terapi obat herbal, khususnya untuk kanker, diperlukan segudang studi untuk menelusurinya.

Di Indonesia, menurut Ketua Umum Perhimpunan Peneliti Bahan Alam Dr Maksum Radji, belum banyak yang meneliti khasiat obat herbal secara in vivo (langsung kepada pasien kanker) manusia. Namun, secara sektoral, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, dan Rumah Sakit Dokter Sutomo, Surabaya, telah memulainya.

"Di kedua rumah sakit itu, beberapa pasien sudah menggunakan obat herbal," ujar Maksum seusai jumpa media acara Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XIV yang bertajuk "Pendayagunaan Produk Bahan Alami dalam Mengatasi Kanker" di Auditorium BPPT, Jakarta, pekan silam. Secara formal, ditambahkan Maksum, tata laksana dari Departemen Kesehatan masih tetap memakai obat sintetis, kemoterapi, dan penerapan teknologi kanker modern. Nah, menurut Maksum, obat herbal diharapkan bisa mendampingi kemoterapi dan satu sama lain saling mendukung.

Menurut hematologis dan internis RS Kanker Dharmais, Profesor Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM, obat herbal cukup efektif untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien kanker. Pernyataannya itu didasari oleh studi yang dilakukannya kepada 15 pasien kanker nasofaring di RS Dharmais selama satu tahun terakhir.

Dalam studinya itu, Arry memakai jenis obat herbal yang berasal dari ekstrak obat herbal Cina bernama tien-hsien liquid. Obat ini berisi beragam kandungan, di antaranya Cordyceps sinensis, Oldenlandia diffusae, Indigo pulverata levis, dan Polyporus umbellatus.

Studi ini dilakukan terhadap pasien kanker nasofaring yang telah menjalani terapi kemoterapi atau radiasi. Hasilnya, pemberian obat herbal itu selama empat pekan bisa meningkatkan imunitas pasien kanker yang biasanya menurun akibat kemoterapi ataupun radiasi. "Obat herbal di Cina rata-rata meningkatkan fungsi-fungsi sel darah yang berperan dalam respons imun," ujar Arry kepada Tempo seusai menyampaikan presentasinya yang berjudul "Uji Klinik Obat Herbal dalam Terapi Kanker".

Menurut dia, sebagian besar obat herbal tidak mempunyai efek membunuh sel kanker secara langsung--berbeda dengan obat sintetis, yang langsung menyerang sel kanker. "Obat herbal itu bersifat suportif, seperti menimbulkan nafsu makan, menghilangkan rasa sakit, membuat orang tidak lemas lagi, dan meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya. Dia menjelaskan, penelitiannya ini masih bersifat preliminary study atau baru evaluasi pendahuluan. Untuk melihat secara holistik, harus lebih banyak lagi studi yang mesti dilakukan kepada pasien kanker. Demikian pernyataan dokter berkacamata itu.

Dalam simposium itu juga dipertunjukkan ratusan hasil studi ilmiah para peneliti, di antaranya studi yang dilakukan Ratih Hardika Pratama dan kawan-kawan dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ratih serta rekan-rekannya meneliti efek sitotoksik (memperlemah sel kanker) pada ekstrak etanolik daun awar-awar terhadap sel kanker kolon dan serviks. Ekstrak etanolik daun awar-awar mengandungalkaloid fenantroindolisidin, yang terbukti memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker.

Berdasarkan hasil uji sitoksisitas, didapati bahwa perlakuan ekstrak etanolik daun awar-awar selama 24 jam dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, baik di kolon maupun leher rahim. Efek ini meningkat seiring dengan peningkatan dosisnya. Hasil ini telah menunjukkan bahwa ekstrak tersebut berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif pada kanker kolon dan leher rahim.

Menurut Maksum, ada sekitar 300 peserta dari berbagai institusi penelitian, perguruan tinggi, klinisi, dan kalangan industri dalam simposium yang digelar selama dua hari itu. Kemudian sekitar 130 paper ilmiah dipresentasikan, yang mencakup bidang seperti bioteknologi, teknologi farmasi, mikrobiologi, dan fitokimia. Studi-studi itu memang kebanyakan baru sebatas penelitian secara in-vitro (tidak diuji coba langsung pada tubuh manusia).

Lebih dalam, dari 1.056 jenis bahan aktif obat-obatan herbal di Indonesia, baru 2 persen di antaranya lolos sertifikasi Departemen Kesehatan. Contoh bahan herbal yang sudah menjadi fitofarmaka (obat tradisional yang sudah memenuhi syarat untuk dipakai di poliklinik dan rumah sakit) adalah Stimuno--nama merek dagang yang mendapatkan sertifikat fitofarmaka dari BPOM pada 2005. Nama tanamannya adalah Phyllanthus niruri. Tanaman ini sudah diteliti pada hewan uji coba sampai ke manusia.

Ke depan, bukan tidak mungkin ada interaksi antara obat herbal dan modern. Atau sebaliknya, obat herbal malah memperkuat efek dari kemoterapi. Adapun obat herbal masih perlu sinkronisasi dari penelitian di batasin vitro ke penelitian in vivo. Yang, menurut Maksum, masih menjadi kendala adalah perhitungan dosisnya. "Permasalahannya, bagaimana cara memindahkan hasil penelitian dari hewan ke manusia," ucapnya.


Formula Antikanker
1. Sebagai sitostatika (memperlemah sel kanker).
Tapak dara (leukemia), sambiloto, keladi tikus (payudara dan serviks), cakar ayam (serviks serta payudara), kunyit (payudara), temu putih (serviks), kunyit putih, dan mahkota dewa (leukemia serta serviks).
2.Sebagai imunostimulan (meningkatkan daya tahan tubuh).
Echinaceae, meniran, pegagan, sambiloto, dan temu putih.
3. Sebagai antiinflamasi (mengurangi peradangan).
Kunyit, temu putih, kunyit putih, dan sambiloto.
4. Sebagai analgesik (mengurangi sakit).
Kencur.

(Sumber: Lucie Widowati, Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbang Kesehatan)

- 19 Agustus 2009


Sumber :

Heru Triyono

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/08/19/brk,20090819-193228,id.html

17 September 2009